6 Kesalahan Dalam Investasi Yang Tidak Dilakukan Oleh Para Orang Kaya

Para orang kaya disini adalah sekelompok orang yang memiliki kekayaan bersih minimal US$ 30 juta. Kekayaan bersih pribadinya terdiri dari saham yang ada di perusahaan swasta dan public, investasi real estate dan investasi pribadi seperti seni, pesawat terbang, dan mobil.

Saat orang-orang dengan kekayaan bersih lebih rendah melihat orang-orang diatasnya, banyak dari mereka yang percaya bahwa kunci untuk menjadi orang kaya dengan kekayaan bersih tertinggi – semacam rahasia strategi investasi adalah kebohongan semata. Namun, hal ini tidak biasanya terjadi. Sebaliknya, orang kaya dengan kekayaan bersih yang tinggi memahami dasar-dasar uang bekerja untuk mereka serta memahami bagaimana cara untuk mengambil resiko yang telah diperhitungkan.

Dalam kata-kata Warren Buffett, aturan investasi nomor satu adalah untuk tidak kehilangan uang. Para orang kaya bukanlah ahli mistik, dan mereka tidak memendam rahasia didalam investasinya. Sebaliknya, mereka tahu apa saja kesalahan investasi sederhana yang harus dihindari. Pada kenyataannya, banyak dari kesalahan-kesalahan ini dikatakan sebagai wawasan umum, bahkan di kalangan investor yang tidak terlalu kaya.

  1. Memutuskan untuk berinvestasi di wilayah AS dan Uni Eropa

Disaat negara-negara berkembang seperti Amerika Serikat dan para masyarakat didalam Uni Eropa diperkirakan menawarkan keamanan yang tinggi dalam hal investasi, namun hal ini tidak selalu terjadi. Dengan resiko yang tinggi di Uni Eropa baru-baru ini, para orang kaya sedang mencari wilayah di luar AS dan Uni Eropa sebagai tempat investasi yang baru.

Disaat banyak investor yang sangat menyukai berpegang pada investasi di negara-negara berkembang seperti di dunia Barat, para orang kaya telah menetapkan pandangan mereka di perbatasan dan pasar negara yang baru berkembang. Beberapa negara yang baru berkembang tersebut diantaranya adalah Indonesia, Chili dan Singapura. Tentu saja, mereka harus melakukan penelitian intensif terlebih dahulu pada pasar negara yang baru berkembang dan memutuskan apakah dirinya akan masuk ke dalam portofolionya dan strategi investasinya secara keseluruhan.

  1. Memilih untuk berinvestasi hanya di aset non-fisik

Saat orang berpikir tentang berinvestasi dan strategi investasi, saham dan obligasi umumnya juga muncul dalam pikiran. Entah hal ini dikarenakan likuiditas yang lebih tinggi atau harga yang lebih kecil, itu tidak berarti bahwa jenis investasi selalu menjadi yang terbaik.

Sebaliknya, para orang kaya memahami nilai aset fisik dan mereka mengalokasikan uangnya sesuai dengan hal tersebut. Mereka berinvestasi ke dalam aset seperti real estate pribadi dan komersial yang riil seperti tanah, emas dan bahkan karya seni. Meskipun penting untuk berinvestasi dalam aset fisik, mereka kerap menakut-nakuti investor kecil karena kurangnya likuiditas dan titik harga investasi yang lebih tinggi.

Namun, menurut para orang kaya, kepemilikan aset tidaklah likuid – terutama yang tidak berkorelasi dengan pasar yang menguntungkan untuk setiap portofolio investasi. Aset ini tidak rentan terhadap perubahan pasar dan memberikan imbalan lebih dalam jangka panjang dan cara cepat kaya raya.

  1. Mengalokasikan investasi 100% ke pasar umum

Para orang kaya memahami bahwa kekayaan riil dihasilkan didalam pasar swasta daripada pasar public atau umum. Mereka bisa mendapatkan banyak kekayaan di awal dari bisnis pribadinya, dan sering melalui kepemilikan usaha baik langsung maupun sebagai investor dalam ekuitas swasta.

  1. Terlalu mengikuti

Banyak investor yang lebih kecil secara terus-menerus melihat rekan-rekannya lakukan, dan mereka mencoba untuk menyesuaikan atau mengalahkan strategi investasinya. Namun, jangan terperangkap dalam jenis kompetisi ini dan anda harus membangun kekayaan secara pribadi.

Para orang kaya tahu dan menetapkan tujuan investasi pribadi serta strategi investasi jangka panjang sebelum membuat keputusan investasi. Mereka sudah membayangkan waktu ke depan seperti 5, 10 atau 20 tahun dan seterusnya, serta mereka mematuhi strategi investasi yang akan membawa mereka kesana.

Selanjutnya, para orang kaya sangat baik karena mereka tidak membandingkan kekayaannya dengan orang lain. Ini adalah perangkap yang banyak memakan korban.

  1. Gagal menyeimbangkan portofolio pribadi

Mungkin banyak orang yang tidak 100% mampu secara finansial, tetapi setiap orang harus memahami praktek untuk menyeimbangkan portofolionya. Melalui penyeimbangan yang konsisten, investor dapat memastikan bahwa portofolionya tetap beragam dan secara proporsional dialokasikan. Namun, jika beberapa investor memiliki tujuan alokasi yang khusus, mereka sering tidak menjaganya dengan menyeimbangkan, sehingga memungkinkan portofolionya terlalu jauh dari cara atau yang lainnya.

Bagi orang kaya, penyeimbangan adalah sebuah kebutuhan. Mereka dapat melakukan penyeimbangan ini tiap bulan, minggu, atau bahkan setiap hari; tetapi semua orang kaya menyeimbangkan portofolionya secara teratur.

  1. Menghilangkan strategi tabungan dari rencana keuangan

Investasi adalah cara nomor satu untuk menjadi kaya dengan cepat, tetapi banyak orang lupa betapa pentingnya strategi menabung. Disisi lain, para orang kaya memahami jika rencana finansial adalah strategi ganda: berinvestasi dengan bijak dan menabung secara bijaksana.

Dengan cara ini, para orang kaya dapat focus pada peningkatan arus pendapatan serta mengurangi arus pengeluarannya, meningkatkan kekayaannya secara keseluruhan.